WASPADA Inilah Waktu Paling Bahaya Virus Corona Menular ke Orang Lain, Cek Cara Pencegahannya
Masyarakat kini dibuat geger dengan adanya Virus Corona ( Covid-19) yang kini menjadi pandemi.
Ratusan negara yang ada di seluruh belahan dunia diserang virus yang dapat menular dengan cepat ini.

Awalnya Virus yang pertama kali muncul di Wuhan China ini tak diketahui sifat cara cara penularannya karena merupakan Virus baru yang bahkan tidak diketahui vaksi dan obatnya.
Namun kini, seiring berjalannya waktu dan banyaknya kasus di dunia, para ilmuwan mulai banyak tahu tentangnya.
Salah satunya soal 'masa subur' virus ini mempu menular ke orang lain.
Cek selengkapnya di sini:
Bermula saat Covid-19 ini pertama kali muncul di Singapura pada 23 Januari 2020 lalu.
Sejumlah pakar kesehatan "belajar banyak" tentang Covid-29 termasuk periode penularan orang yang terinfeksi.
Dr Wong Chen Seong, konsultan di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID), Singapura, mengatakan, pekan pertama adalah ketika tingkat virus “berada pada titik tertinggi” dalam sekresi pernapasan orang yang terinfeksi.
"Ini berarti, sekresi dari hidung dan mulut dihasilkan ketika orang batuk, berbicara, atau bersin," kata Wong kepada Channelnewsasia.com.
"Setelah itu, tingkat virus turun pada pekan kedua, yang menunjukkan pasien paling menular pada minggu pertama".
Itulah sebabnya, Wong menegaskan, pesan dari pihak berwenang adalah jika Anda memiliki gejala virus corona, segera meminta bantuan medis ke layanan kesehatan atau rumahsakit terdekat.
“Jika Anda mendapat pemberitahuan tinggal di rumah atau diminta untuk tinggal di rumah dengan sertifikat medis, tinggal saja di rumah. Hindari kontak dengan orang yang tidak perlu," ujar Wong.
Apakah pasien di Singapura mengalami kehilangan indera penciuman atawa anosmia, mengingat para ahli kesehatan Inggris menandai ini sebagai gejala lain orang terinfeksi virus corona?
"Kami telah mendengar laporan, terutama dari luar negeri, tentang pasien yang kehilangan indera penciumannya," sebut Wong. "Kami memiliki beberapa pasien yang melaporkan gejala-gejala seperti itu juga".
Tetapi, "Seberapa umum pasien kehilangan indera penciumannya, kami belum benar-benar memiliki gagasan yang jelas tentang itu," tambah dia.
Lalu, apa yang harus orang lakukan jika mereka hidup dengan seseorang yang mungkin memiliki gejala virus corona? Wong menyarankan, untuk menjaga kebersihan pribadi di rumah.
Orang yang menunjukkan gejala virus corona harus mengisolasi diri di kamar mereka sendiri.
"Di ruang bersama, pastikan kebersihan tangan yang baik dilakukan dan hindari berbagi peralatan makan atau makanan," katanya.
Serang Pernafasan
Sejak awal 2020, dunia gempar oleh virus corona baru yang menyerang pernapasan manusia dan bisa menyebabkan kematian.
Virus yang berasal dari Wuhan, China, ini dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.
Hingga Rabu (25/3), jumlah kasus terinfeksi mencapai 421.030 orang, kematian 18.802 orang dan pasien sembuh 108.328 orang.
Di Indonesia, pemerintah mengumumkan kasus virus corona sebanyak 686 kasus, dengan kematian 55 orang.
Lalu, apa sebenarnya virus corona? Virus corona merupakan keluarga virus yang menaungi SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.
Kata corona sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Bentuk virus corona menyerupai mahkota. Sedang penyakit yang disebabkan SARS-CoV-2 disebut Covid-19, akronim dari coronavirus disease 19.
Bagaimana gejala Covid-19?
Ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:
Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
Batuk kering
Lemas
Sakit tenggorokan
Sesak atau kesulitan bernapas
Sakit kepala
Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari. Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya. Jika memiliki gejala tersebut dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.
Bagaimana Covid-19 menyebar?
Virus corona bersifat zoonotik. Ini berarti, virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.
Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran virus corona bisa melalui droplet pernapasan.
Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi virus corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.
Sehingga, virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.
Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.
Siapa yang berisiko terinfeksi Covid-19?
Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi virus corona. Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona.
Melansir Healthline, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari lalu melaporkan, rata-rata orang yang terinfeksi virus corona berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.
Itu berarti, orangtua dan laki-laki rentan terinfeksi virus corona. Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.
Bagaimana penanganan Covid-19?
Para ahli kesehatan masih berusaha menemukan vaksin serta cara penanganan yang efektif untuk menghadapi virus ini. Tapi, hingga saat ini, kebanyakan negara mengambil tindakan isolasi untuk menahan penyebaran virus corona.
Sejauh ini, para tenaga medis lebih fokus pada pengelolaan gejala saat virus bekerja pada pasien. Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi, pasien menjalani swab tenggorok dan pemeriksaan laboratorium DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kemudian, tenaga medis akan melakukan monitoring dan terapi kepada pasien. Monitoring dan terapi tersebut meliputi isolasi, implementasi PPI, serial foto toraks, suplementasi oksigen, antimikroba empiris, terapi simplomatik, terapi cairan, ventilasi mekanis, penggunaan vasopressor, observasi, serta pemilahan terapi penyakit penyerta.
Apa saja kemungkinan komplikasi dari Covid-19?
Komplikasi paling serius dari infeksi SARS-CoV-2 adalah sejenis pneumonia yang disebut novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).
Penelitian dari 138 orang dengan NCIP yang dirawat di rumahsakit di Wuhan, China, sekitar 26% mengalami penyakit yang parah dan harus dirawat di ruang ICU. Sekitar 4,3% di antaranya mengalami kematian.
Sejauh ini, NCIP merupakan satu-satunya komplikasi yang terkait dengan Covid-19. Tetapi, para peneliti masih mengamati komplikasi lainnya yang mungkin juga dialami pasien Covid-19, di antaranya:
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Detak jantung tidak teratur (arrhythmia)
Kejang kardiovaskular
Nyeri otot yang parah (myalgia)
Kelelahan
Serangan jantung
Bagaimana cara mencegah terinfeksi Covid-19?
Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran virus corona, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.
Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan.
Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu.
Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain.
Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda.
Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, dan meja
Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda.
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul WASPADA Inilah Waktu Paling Bahaya Virus Corona Menular ke Orang Lain, Cek Cara Pencegahannya,
Editor: Rasni
Ratusan negara yang ada di seluruh belahan dunia diserang virus yang dapat menular dengan cepat ini.

Awalnya Virus yang pertama kali muncul di Wuhan China ini tak diketahui sifat cara cara penularannya karena merupakan Virus baru yang bahkan tidak diketahui vaksi dan obatnya.
Namun kini, seiring berjalannya waktu dan banyaknya kasus di dunia, para ilmuwan mulai banyak tahu tentangnya.
Salah satunya soal 'masa subur' virus ini mempu menular ke orang lain.
Cek selengkapnya di sini:
Bermula saat Covid-19 ini pertama kali muncul di Singapura pada 23 Januari 2020 lalu.
Sejumlah pakar kesehatan "belajar banyak" tentang Covid-29 termasuk periode penularan orang yang terinfeksi.
Dr Wong Chen Seong, konsultan di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID), Singapura, mengatakan, pekan pertama adalah ketika tingkat virus “berada pada titik tertinggi” dalam sekresi pernapasan orang yang terinfeksi.
"Ini berarti, sekresi dari hidung dan mulut dihasilkan ketika orang batuk, berbicara, atau bersin," kata Wong kepada Channelnewsasia.com.
"Setelah itu, tingkat virus turun pada pekan kedua, yang menunjukkan pasien paling menular pada minggu pertama".
Itulah sebabnya, Wong menegaskan, pesan dari pihak berwenang adalah jika Anda memiliki gejala virus corona, segera meminta bantuan medis ke layanan kesehatan atau rumahsakit terdekat.
“Jika Anda mendapat pemberitahuan tinggal di rumah atau diminta untuk tinggal di rumah dengan sertifikat medis, tinggal saja di rumah. Hindari kontak dengan orang yang tidak perlu," ujar Wong.
Apakah pasien di Singapura mengalami kehilangan indera penciuman atawa anosmia, mengingat para ahli kesehatan Inggris menandai ini sebagai gejala lain orang terinfeksi virus corona?
"Kami telah mendengar laporan, terutama dari luar negeri, tentang pasien yang kehilangan indera penciumannya," sebut Wong. "Kami memiliki beberapa pasien yang melaporkan gejala-gejala seperti itu juga".
Tetapi, "Seberapa umum pasien kehilangan indera penciumannya, kami belum benar-benar memiliki gagasan yang jelas tentang itu," tambah dia.
Lalu, apa yang harus orang lakukan jika mereka hidup dengan seseorang yang mungkin memiliki gejala virus corona? Wong menyarankan, untuk menjaga kebersihan pribadi di rumah.
Orang yang menunjukkan gejala virus corona harus mengisolasi diri di kamar mereka sendiri.
"Di ruang bersama, pastikan kebersihan tangan yang baik dilakukan dan hindari berbagi peralatan makan atau makanan," katanya.
Serang Pernafasan
Sejak awal 2020, dunia gempar oleh virus corona baru yang menyerang pernapasan manusia dan bisa menyebabkan kematian.
Virus yang berasal dari Wuhan, China, ini dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.
Hingga Rabu (25/3), jumlah kasus terinfeksi mencapai 421.030 orang, kematian 18.802 orang dan pasien sembuh 108.328 orang.
Di Indonesia, pemerintah mengumumkan kasus virus corona sebanyak 686 kasus, dengan kematian 55 orang.
Lalu, apa sebenarnya virus corona? Virus corona merupakan keluarga virus yang menaungi SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.
Kata corona sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Bentuk virus corona menyerupai mahkota. Sedang penyakit yang disebabkan SARS-CoV-2 disebut Covid-19, akronim dari coronavirus disease 19.
Bagaimana gejala Covid-19?
Ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:
Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
Batuk kering
Lemas
Sakit tenggorokan
Sesak atau kesulitan bernapas
Sakit kepala
Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari. Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya. Jika memiliki gejala tersebut dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.
Bagaimana Covid-19 menyebar?
Virus corona bersifat zoonotik. Ini berarti, virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.
Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran virus corona bisa melalui droplet pernapasan.
Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi virus corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.
Sehingga, virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.
Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.
Siapa yang berisiko terinfeksi Covid-19?
Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi virus corona. Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona.
Melansir Healthline, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari lalu melaporkan, rata-rata orang yang terinfeksi virus corona berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.
Itu berarti, orangtua dan laki-laki rentan terinfeksi virus corona. Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.
Bagaimana penanganan Covid-19?
Para ahli kesehatan masih berusaha menemukan vaksin serta cara penanganan yang efektif untuk menghadapi virus ini. Tapi, hingga saat ini, kebanyakan negara mengambil tindakan isolasi untuk menahan penyebaran virus corona.
Sejauh ini, para tenaga medis lebih fokus pada pengelolaan gejala saat virus bekerja pada pasien. Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi, pasien menjalani swab tenggorok dan pemeriksaan laboratorium DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kemudian, tenaga medis akan melakukan monitoring dan terapi kepada pasien. Monitoring dan terapi tersebut meliputi isolasi, implementasi PPI, serial foto toraks, suplementasi oksigen, antimikroba empiris, terapi simplomatik, terapi cairan, ventilasi mekanis, penggunaan vasopressor, observasi, serta pemilahan terapi penyakit penyerta.
Apa saja kemungkinan komplikasi dari Covid-19?
Komplikasi paling serius dari infeksi SARS-CoV-2 adalah sejenis pneumonia yang disebut novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).
Penelitian dari 138 orang dengan NCIP yang dirawat di rumahsakit di Wuhan, China, sekitar 26% mengalami penyakit yang parah dan harus dirawat di ruang ICU. Sekitar 4,3% di antaranya mengalami kematian.
Sejauh ini, NCIP merupakan satu-satunya komplikasi yang terkait dengan Covid-19. Tetapi, para peneliti masih mengamati komplikasi lainnya yang mungkin juga dialami pasien Covid-19, di antaranya:
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Detak jantung tidak teratur (arrhythmia)
Kejang kardiovaskular
Nyeri otot yang parah (myalgia)
Kelelahan
Serangan jantung
Bagaimana cara mencegah terinfeksi Covid-19?
Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran virus corona, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.
Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan.
Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu.
Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain.
Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda.
Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, dan meja
Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda.
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul WASPADA Inilah Waktu Paling Bahaya Virus Corona Menular ke Orang Lain, Cek Cara Pencegahannya,
Editor: Rasni
Belum ada Komentar untuk "WASPADA Inilah Waktu Paling Bahaya Virus Corona Menular ke Orang Lain, Cek Cara Pencegahannya "
Posting Komentar